Sabtu, 21 Februari 2015

Puisi Ala Matematika

Apa  yang anda pikirkan jika melihat kata MATEMATIKA ?
mungkin.. kata-kata rumit, susah, angka-angka, rumus-rumus, x y z, dan banyak hal semacam ini lainnya,,,
atau mungkin.. ingat guru matematika anda yang dulu Killer bingiiiit... ! Serem.. !

biar Matematikanya lebih fun, yuk simak Puisi ala matematika ini. bahwa matematika tidak hanya seputaran angka-angka dan perhitungan yangg rumit. Mungkin ini sisi lainnya.



persahabatan dalam duka
ketika dalam bahasa cinta...
rasa sering sekali tak terdefinisikan
oleh penalaran deduktif berdasarkan logika
      namun dalam bahasa duka...
      rasa itu terdefinisikan sangat jelas
      x= sedih !!!
      berimplikasi jatuhnya bola bola bening
      dengan diameter kecil...
      dan terkadang bola bening itu meleleh
      membiarkannya tak berdiameter lagi...


hari itu...
ia berada pada limit terendah
kesedihan mendalam yang tak terhingga...
kekosongan seseorang dalam hidupnya...
orang tersebut, biasa dipanggil Ayah...
kami terdiam menunggunya di rumah duka itu...
kemudian ia datang dengan ditopang orang lain,,,
nampaknya,,, ia tak mampu lagi berdiri sendiri
ia tersenyum melihat kehadiran kami...
namun, seketika senyuman itu berubah...
lagi-lagi digantikan oleh bola bening itu...
ia roboh di pangkuanku...
akupun merangkulnya seerat kasihku padanya...
aku hanya bisa merangkulnya,
tanpa mampu berucap sepatahpun...
dalam rangkulan persahabatan itu...
kami berlomba menjatuhkan bola-bola bening itu,
produksi terbaik mata kami...


seketika, aku tersadar...,
ternyata...
indahnya persahabatan itu relatif
keindahannya tak hanya terletak dalam tertawa bersama,,
ternyata juga ada dalam menangis bersama...
ttd: deti_rien_yeni ^_^

3 komentar:

  1. Puisi 3^2 bu:
    "Tidak ada yang menyukai kepedihan, yang mencarinya dan ingin merasakannya, semata karena pedih rasanya..." - Lipsum

    :)

    BalasHapus