Minggu, 15 Februari 2015

Masihkah Mau Pacaran ???



Mungkin bagi para remaja sangat susah untuk mengatakan “Say NO TO Pacaran”, karena pikiran mereka telah terlanjur diisi oleh paradigma yang ada di masyarakat tentang pacaran itu sendiri adalah baik. Mereka para remaja dibiarkan oleh orang tuanya untuk menjalin hubungan dengan lawan jenisnya dalam bingkai yang disebut dengan pacaran. Ironisnya, ada orang tua yang merasa bangga jika anaknya telah memiliki pacar. Dan bahkan, ada orang tua yang merasa terhina dan malu karena anaknya tak kunjung mendapatkan pacar. Begitu juga dengan para remaja yang menjadi objek dalam hal ini, mereka berlomba-lomba untuk menggaet gebetannya.(Insya Allah bahasa kerennya seperti itu)
Namun, tidakkah kita berpikir apa yang sebenarnya kita cari dari hubungan yang berbingkai PACARAN ??? ingatlah, nikmatnya pacaran itu tidak akan kita rasakan sepenuhnya jika hubungan itu belum dibingkai dengan bingkai pernikahan. Pacaran hanya memberikan kita menyicipi hal-hal yang tak seharusnya kita cicipi sebelum kita dihalalkan dengan lawan jenis kita. kita hanya, gila dengan angan angan seandainya ia menjadi istri atau menjadi suamiku kelak, atau bahakan ada yang tidak sampai angannya kesana. Lalu, apakah tujuan kita berpacaran ??? kita hanya menebar zina dengan pasangan kita, dengan berduaan, pegangan tangan ataupun berlanjut pada hal-hal yang tak seharusnya kita lakukan. Mungkin alasannya adalah kasih sayang,,,ingatlah, kasih sayang itu tersebar pada setiap sudut penjuru dunia ini. Ketika kita menebarkan kasih sayang yang kita miliki pada dunia, maka dunia akan mengembalikannya lebih dari apa yang kita beri. Subhanallah,,, kita akan merasakan kasih sayang yang lebih banyak dari pada PACARAN! janganlah habiskan waktumu di dunia ini hanya untuk mengetik sms “kamu lagi ngapain” berkali-kali...apakah itu sangat penting ? atau, kamu lagi dimana? dengan siapa ? cukup! Jangan habiskan waktumu di dunia ini dengan hal yang sia-sia karena waktu kita sungguh sangat sedikit di dunia ini.
Ingatlah bahwa,,, jodoh kita tak akan lari. Dia tetap di sana mengerjakan aktivitasnya dan menyiapkan dirinya untuk berjumpa dengan kita pada saat yang tepat, pada waktu yang tepat dalam bingkai yang halal yaitu pernikahan. Maka, siapkanlah diri kita untuk bersabar dan mensolehkan diri kita untuk menunggunya. Karena, tidak ada satupun manusia yang menginginkan suami/istri yang buruk, bahkan seorang preman besarpun menginginkan wanita soleha untuk menjadi istrinya. Maka, mari kita memperbaiki diri kita untuk menjadi hamba Allah yang soleh dan soleha, karena laki-laki yang baik itu untuk wanita yang baik-baik dan wanita yang baik-baik itu untuk laki-laki yang baik pula.
Semoga kita semua bisa melepaskan diri dari frame pacaran yang membelenggu paradigma masyarakat kita menuju ridho Allah swt. Aamiin. . . (Tiperj_DF)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar